AGolf – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berencan untuk menerbitkan surat utang jangka menengah atau “medium term notes” (MTN) senilai Rp3,1 triliun pada kuartal I 2017 mendatang.

“Penerbitan MTN itu sebagai salah satu sumber alternatif pendanaan untuk membiayai kredit pada tahun mendatang,” ujar Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Jakarta, Selasa (25/10)

Ia menambahkan bahwa penerbitan itu merupakan bagian dari penawaran MTN senilai total Rp5 triliun. Pada bulan September lalu, perseroan telah menerbitkan MTN sebesar Rp1,9 triliun.

Penerbitan MTN itu, lanjut Haru, pihaknya belum memutuskan jatuh tempo serta besaran kuponnya. Biasanya, MTN memiliki jangka waktu antara 1-5 tahun.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Asmawi Syam mengatakan perseroan juga tetap memperkuat pendanaan melalui penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penerbitan obligasi dengan suku bunga yang kompetitif.

Selain itu, lanjut dia, disertai juga dengan upaya-upaya penguatan “fee based income” melalui pengembangan “digital banking” dalam bentuk teras BRI digital dengan target 560 outlet dari 2.560 unit teras yang sudah ada.

Disertai pula peningkatan porsi kepemilikan pada perusahaan anak serta peningkatan permodalan untuk perusahaan anak melalui “secondary public offering” dan penerbitan sukuk sub debt.

“Dengan modal kinerja yang sehat, stabil dan berkelanjutan serta didukung dengan jaringan unit kerja yang optimal, Bank BRI optimis dapat mencapai pertumbuhan ke depannya,”katanya.