Patrick Cantlay/ pga.com 

AGolf– Mengakhiri turnamen Valspar Championship sebagai runner-up, Patrick Cantlay mengamankan kartu PGA Tour hingga akhir musim nanti. Seperti bahasa tubuh pelatih pukulan Cantlay, Jamie Mulligan yang tersenyum saat melihat anak asuhnya itu.

Cantlay yang bermain di Valspar karena major-medical extension, harus membuat minimal 389 poin FedExCup atau USD 624.746. Tetapi, runner up di Valspar cukup membuatnya mengoleksi USD 680.400 untuk bermain full hingga akhir musim nanti.

“Permainanku cukup bagus, dan saya sangat gembira bisa berkompetisi lagi di turnamen golf,” kata Cantlay. “Langkahku selanjutnya adalah memenangi turnamen di PGA Tour.”

Pegolf 24 tahun, Cantlay, juga merupakan mantan No.1 dunia amatir 2011. Cantlay yang juga jebolan UCLA itu akhirnya menjadi pro setelah menderita sakit punggung pada 2013, dan terus merehab dirinya untuk kembali tampil di golf.

Februari tahun lalu, ia juga harus berduka saat temannya, Chris Roth mengalami tabrak lari dengan mobil. Cantlay yang beberapa meter di sebelahnya, melihat kejadian naas itu.

Putaran final sebelum memastikan 64 besar ranking dunia yang akan bermain di WGC-Match Play, membuat nama Tony Finau harus tersingkir dari daftar pemain. Ranking 70 Dufner saat bermain di Valspar Championship, memotivasinya untuk membuat birdie-birdie di putaran final dengan 67.

Dufner pun finish T.11 dan menaikkan 5 peringkat untuk berangkat ke Austin Golf Club, tempat WGC-Match Play, 22-26 Maret.

Tony Finau yang tampil sebagai ranking 77, memiliki posisi akhir kelima di Valspar Championship. Tetapi, raihan bagus itu tidak cukup masuk 64 besar yang akan bermain di WGC-Match Play nanti, karena dia hanya duduk di posisi 70 besar dunia.

Bisa saja Finau kembali bermain di WGC-Match Play, jika dalam daftar yang segera dikeluarkan, 6 pegolf dari 64 besar memilih mundur.