AGolf– Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang berperan penting bagi perekonomian tanah air. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut sektor pertanian menjadi penyumbang kedua terbesar produk domestik bruto (PDB). Oleh sebab itu, Pemerintah terus mendorong upaya transformasi di sektor pertanian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan meski pertanian merupakan salah satu sektor yang berpotensi besar. Namun pertumbuhannya dinilai masih lambat.

Pada triwulan III 2017, sektor pertanian tumbuh di angka 2,92 persen. Angka ini turun apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yakni 3,3 persen.

Darmin menilai beberapa faktor menjadi kendala sektor pertanian tidak tumbuh pesat seperti sektor lainnya. Salah satunya adalah masih rendahnya penggunaan bibit unggul.

“Kesadaran masyarakat Indonesia untuk membeli bibit unggul masih rendah dibandingkan negara lain,” ungkap Darmin di Bogor, dikutip melalui keterangan resmi, Selasa (19/12).

Menurut Darmin, perlu adanya transformasi guna meningkatkan produktivitas di sektor pertanian. Pertama, perlu adanya tindakan tegas terhadap kegiatan jual beli bibit palsu yang selama ini beredar. “Bibit harus certified, pemerintah harus berani menindak penjual bibit palsu,” tuturnya.

Kedua, petani harus mulai memikirikan untuk mengubah cara bercocok tanam yang baik dan lebih modern. Ketiga, tersedianya off taker (lembaga penjamin pasar) di sentra produksi pertanian.

“Transformasi di bidang pertanian bukan suatu hal yang mahal, tapi kita pasti bisa melakukan itu,” imbuh Darmin.