AGolf.co – IHSG diprediksi masih akan melanjutkan penguatannya pekan ini. Tapi tetaplah waspada, supaya Anda tidak terserang balik.

Pekan ketiga Februari, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup sumringah. Kendati pada Jumat (22/2) terkoreksi 36,38 poin atau 0,56%, tapi IHSG masih bertengger di atas angka psikologis 6.501. Sehingga, jika dihitung sejak Jumat minggu sebelumnya (15/2), IHSG mesih mencatatkan penguatan 112 poin atau sekitar 1,75%.

Kalangan analis menilai, volatilitas laju pergerakan IHSG sepekan terakhir memang tinggi, karena dipengaruhi oleh faktor eksternal.

Terbaru, rilis dari FOMC Meeting Minutes yang menyatakan bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve) menahan kenaikan suku bunga pada rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Dan itu direspons oleh Bank Indonesia (BI) dengan juga tetap menahan suku bunga acuan 7-Days Repo Rate di level 6%.

Namun, tampaknya IHSG tak bisa mempertahankan penguatan tersebut tertekan oleh beberapa data ekonomi AS, Eropa, dan sejumlah negara di Asia yang menunjukkan kecenderungan indikasi pelemahan ekonomi global.

Hal ini menjadi kekhawatiran pasar di pekan ini, di tengah sentimen (positif) ketercapaian damai dagang AS-China yang mulai menunjukkan titik terang.

Untuk pekan depan, memprediksi laju IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan utang (loan growth) dari perbankan, pergerakan nilai tukar dan harga komoditas, serta rilis laporan keuangan dari emiten. Dari eksternal, sentimen harapan berakhirnya perang dagang AS-China dan pergerakan bursa di kawasan Asia juga patut dicermati.

Dengan demikian, secara teknikal, diperkirakan IHSG dapat menguat pada pekan depan di rentang 6.430-6.580.

Saham-saham yang bisa dipilih investor antara lain, saham sektor perbankan dengan pilihan BMRI, BBRI dan BBNI. Alasannya, sektor ini telah tumbuh di atas kinerja indeks saham gabungan.

Selain itu investor juga disarankan untuk mengoleksi saham perkebunan seperti AALI dan LSIP. Ini lantaran meningkatnya harga komoditas yang didorong oleh kenaikan harga minyak.

Terakhir, jangan dilupakan saham-saham yang dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar rupiah. Pilihannya, antara lain, ASII dan AUTO.

Selamat berinvestasi.