AGolf.co – Empat cabang olahraga, breakdance, panjat tebing, skateboard, dan surfing terpilih sebagai olahraga yang difavoritkan tampil di Olimpiade Paris 2024. Dikabarkan insidethegames.biz, Kamis (21/2), keempat cabang ini diumumkan dalam pengumuman yang dikeluarkan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Masuknya breakdance menjadi salah satu olahraga di Paris 2024, menjadikan olahraga ini meraskaan atmosfer Olimpiade untuk pertama kalinya. Tiga olahraga lainnya, panjat tebing, skateboard, dan surfing telah lebih dulu dipastikan di Tokyo 2020 besok.

Cabang olahraga di Paris 2024
Keempat cabang olahraga yang dipertandingkan di Paris 2024

Keempat olahraga yang diumumkan ini, menyisihkan sejumlah olahraga yang telah melakukan kampanye kepada Paris 2024. Catur, squash, dan snooker baru-baru ini mendemonstrasikannya di depan panelis Paris 2024. Selain itu, softball, baseball, dan karate juga secara tersirat dihilangkan dari Olimpiade setelah memastikan tempatnya di Tokyo 2020 nanti.

Atlet di Keempat Olahraga

Paris 2024 mengonfirmasi ada 19 Federasi Internasional dari berbagai cabang olahraga, yang ingin olahraganya hadir di Olimpiade. Namun, 4 cabang sajalah yang diunggulkan sementara ini. Setidaknya, ada 248 atlet yang siap bertarung memperebutkan kepingan medali di keempat cabang olahraga ini.

Hal ini cukup jauh berbeda dari Tokyo 2020, yang mengundang 474 atlet baru untuk memperebutkan medali di 5 cabang barunya. Panjat tebing, surfing, skateboard, softball, dan karate merupakan lima cabang baru di antara 28 olahraga di Tokyo 2020.

Kembali ke Paris 2024, cabang breakdance mendaftarkan beberapa nomor dengan masing-masing berisikan 16 atlet. Skateboard bakal menyediakan 4 medali emas dengan 96 atlet antara putra dan putri.

Panjat tebing memiliki jumlah yang sama, 36 putra dan 36 putri. Sedangkan surfing, mengundang 24 atlet di setiap evennya.

Breakdance Meneruskan Kesuksesan Buenos Aires 2018

Tahun lalu, breakdance merupakan salah satu olahraga favorit anak muda di Olimpiade Remaja Buenos Aires 2018. Di sana, breakdance mempertandingkan tiga nomor, putra, putri dan campuran antar negara. Melihat hal itu, Paris 2024 mengusulkan hal yang sama.

Bagi negara tricolore ini, breakdance merupakan salah satu olahraga yang memiliki jumlah pelaku terbanyak di belakang Amerika Serikat. Itulah alasannya kenapa breakdance dapat mudah masuk ke dalam Olimpiade.

Federasi Dance Dunia (WDSF) melalui Presidennya, Shawn Tay mengungkapkan kegembiraannya olahraganya kini tergabung di Olimpiade.

“Kesempatan yang luar biasa dapat melihat breakdance ada di Olimpiade,” kata Tay, dilansir insidethegames.biz. “Ini berkat dukungan dan pengalaman luar biasa saat kami dipercaya di Buenos Aires 2018 kemarin.”

Senada dengan Tay, Presiden Asosiasi Surfing Internasional, Fernando Aguerre mengkalim ini menjadi lompatan besar surfing di Olimpiade.

“Kami antusias saat mendengar Paris 2024 menerima olahraga kami di Olimpiade. Ini merupakan salah satu langkah besar untuk program panjang kami ke depannya,” ujar Fernando.

Squash Kecewa

Pernyataan terpisah, Federasi Squash Dunia dan Asosiasi Profesional Squash menyatakan kecewa atas keputusan ini. Keduanya menggantungkan harapan squash yang telah mengusahakan olahraganya masuk ke Olimpiade sejak London 2012.

“Squash merupakan salah satu olahraga yang tidak memerlukan biaya besar, tetapi dapat mengundang banyak peserta. Heran saja tidak masuk ke Olimpiade,” tulis kedua badan olahraga.

Federasi Karate Dunia (WKF) juga sedih olahraganya tidak dapat dilanjutkan di Paris 2024.

“Olahraga kami telah berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dan kesempatan emas di Olimpiade Tokyo 2020, cukup kami kecewakan kenapa tidak berlanjut ke Paris 2024,” kata Presiden WKF, Antonio Espinos.