Menko Perekonomian Darmin Nasution/ setkab.go.id
Menko Perekonomian Darmin Nasution/ setkab.go.id

AGolf– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa investasi merupakan motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Oleh sebab itu, lanjut Darmin, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk terus berbenah dan menarik investasi asing agar terus bertumbuh hingga mencapai kisaran 6 persen sampai 6,2 persen.

“Itu akan bisa mendorong apabila konsumsi rumah tangga dan lain lain seperti yang tahun tahun sebelumnya dengan investasi yang seperti itu, maka bisa diharapkan pertumbuhan ekonomi kita akan bergerak di atas baseline yang sudah dicanangkan di dalam APBN yaitu 5,1 persen,” kata Darmin ditulis Kamis (5/1).

Jika kondisi tersebut bisa dicapai, menurut Darmin, Presiden Jokowi berharap pertumbuhan ekonomi akan bergerak ke arah 5,2 persen hingga 5,3 persen, bahkan lebih.

Lebih lanjut Darmin mengatakan bahwa Presiden Jokowi juga meminta agar mesin ekonomi Indonesia juga dibuat lebih seimbang, yakni dengan meningkatkan ekspornya agar kembali bergerak normal meski dalam kondisi perekonomian global yang sedang melambat.

Caranya, lanjut Darmin, adalah dengan mengembangkan langkah-langkah yang bersifat non-konvensional.

“Kita jangan hanya terpukau pada pasar Amerika, pasar Cina, tapi masih ada India, masih ada Pakistan, masih ada Aljazair, masih ada Nigeria dan sebagainya terhubung mereka. Yang pasar pasti juga besar,” jelas Darmin.

Apabila sektor investasi bisa diperbaiki, Darmin menilai, pasar non tradisional bisa dikembangkan, sehingga angka inflasi bisa dijaga di bawah 4 persen.

Dengan begitu maka ekonomi Indonesia tidak hanya tumbuh lebih baik dari tahun lalu tetapi juga akan menurunkan tingkat kemiskinan dan memperbaiki ketimpangan seperti yang terjadi tahun sebelumnya.

Darmin juga menyampaikan rencana pemerintah yang akan segera meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-15 mengenai logistik bersama sama dengan Indonesia National Single Window, yang merupakan bagian dari persoalan logistik dan sebagian menyangkut dwelling time atau waktu bongkar muat di pelabuhan.

“Dwelling time itu bagian administrasi prosedurnya itu ada di wilayah ini dikoordinasikan Menko Perekonomian bagian infrastruktur nya ada dikoordinasikan Menko Maritim. Ya kita kerja sama untuk menurunkan lagi dwelling time yang sekarang ini kita kita 2,9 hari ke arah yang diharapkan Presiden,” pungkas Darmin.