Menko Perekonomian Darmin Nasution/ setkab.go.id

AGolf– Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service meningkatkan peringkat investasi Indonesia dari Stable menjadi Positive melalui Outlook Sovereign Credit Rating.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai, kenaikan peringkat investasi tersebut merupakan hal yang wajar dan memang mencerminkan hasil kerja keras pemerintah selama ini dalam menjaga indikator makro ekonomi.

“Secara umum, makro ekonomi memang makin realistis, kita lebih kredibel sehingga memang tidak ‘wah’ tapi ya artinya sudah baik,” ujar Darmin di Jakarta ditulis Jumat (10/2).

Darmin mengatakan, kenaikan peringkat tersebut tidak serta merta menjadikan pemerintah berpuas diri. Pasalnya, hasil riset dari sebuah lembaga tidak menjamin jalan pemerintah menjadi lebih mulus dalam hal menarik investasi.

Pemerintah dinilainya masih harus bekerja keras untuk mendongkrak pertumbuhan investasi yang sempat merosot ke 4,48 persen di tahun lalu. Padahal di 2015, pertumbuhan investasi mampu menembus 5,01 persen.

“Dunia tidak selalu dipengaruhi oleh satu suara. Tapi kalau pengaruh mungkin ke kepercayaan orang untuk investasi,” imbuh Darmin.

Sementara itu, Moody’s juga menyebutkan bahwa sisi penerimaan negara menjadi indikator yang perlu diperhatikan pemerintah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.

Namun, Darmin menilai, dengan APBN 2017 yang telah disusun serealisitis mungkin, akan mampu meredam kekhawatiran dari banyak pihak terhadap kemampuan konsumsi pemerintah di tahun ini.

“Kita sudah jauh lebih realistis. Artinya, aneh juga kalau masih khawatir,” tegas Darmin.