Belanja eceran pada Desember 2016 meningkat/ lippomalls.com

AGolf– Indeks Keyakinan Konsumen Global di kuartal akhir 2016 meningkat tiga poin menjadi 101 dibandingkan dengan kuartal pertama di tahun tersebut. Sementara itu Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia tercatat turun dari 122 di kuartal ketiga tahun lalu menjadi 120 pada kuartal keempat.

Hasil temuan Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intention yang dirilis baru-baru ini menunjukkan bahwa meskipun  turun dua poin, Indonesia masih berada dalam urutan teratas 5 negara teroptimis di dunia setelah India (136), Filipina (132), dan Amerika Serikat (123); dan berada di atas Vietnam (112)

Turunnya Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia dipengaruhi oleh dua indikator yang mengalami penurunan yaitu, pertama adalah optimisme mengenai Kondisi Keuangan Pribadi dalam 12 Bulan Mendatang  dengan skor 81 (turun tiga poin dibandingkan dengan kuartal sebelumnya), yang kedua adalah Keinginan Berbelanja dalam 12 Bulan Mendatang dengan skor 59 (turun satu poin dari kuartal sebelumnya). Sementara itu Optimisme mengenai Prospek Lapangan Kerja dalam 12 Bulan Mendatang stabil di skor 68 sejak kuartal ketiga 2016.

Pada kuartal terakhir tahun lalu, persepsi konsumen Indonesia mengenai resesi ekonomi juga memburuk. Konsumen Indonesia yang berpendapat bahwa saat ini negara sedang berada dalam keadaan resesi ekonomi meningkat menjadi 54 persen dibanding kuartal sebelumnya yang hanya 47 persen.

Tampaknya persepsi tersebut berdampak pada cara konsumen membelanjakan dana cadangan mereka, dimana konsumen yang menggunakan dana cadangannya untuk menabung menjadi lebih sedikit. Jika di kuartal ketiga 2016 ada 77 persen konsumen Indonesia yang memilih menggunakan dana cadangannya untuk menabung, pada kuartal keempat jumlah ini menurun menjadi 71 persen.  Di sisi lain, konsumen yang menggunakan dana cadangan untuk berinvestasi di pasar saham atau reksa dana sedikit meningkat dari 28 persen di kuartal ketiga menjadi 30 persen di kuartal keempat tahun lalu.

Terkait penghematan biaya rumah tangga, pada kuartal ini konsumen online Indonesia yang memilih untuk Mengurangi Belanja Baju Baru meningkat menjadi 49 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 47 persen. Disusul oleh konsumen yang memilih Mengurangi Hiburan di Luar Rumah (46 persen), Menunda Mengganti Teknologi Baru (43 persen), Mengurangi Biaya Liburan (40 persen) dan Mengurangi Membeli Makanan Siap Antar (35 persen).

Pada kuartal keempat tahun 2016 ini, kekhawatiran konsumen Indonesia akan Kondisi Ekonomi turun menjadi 26 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (31 persen). Untuk pertama kalinya Kekhawatiran akan Toleransi Antar Agama muncul pada urutan lima teratas hal-hal yang menjadi kekhawatiran utama konsumen. Sebanyak 25 persen konsumen mengatakan bahwa mereka khawatir akan kondisi Toleransi Antar Agama pada kuartal keempat 2016; sama banyaknya dengan konsumen yang menyatakan Khawatir akan kondisi Stabilitas Politik (25 persen), yang meningkat dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu yang hanya sebesar 13 persen.

“Jelang Pilkada, adanya kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Ahok yang kemudian diikuti dengan aksi 411 berdampak cukup signifikan pada keyakinan konsumen Indonesia pada kuartal terakhir tahun lalu, sehingga memunculkan kekhawatiran akan kondisi Toleransi Antar Agama dan Stabilitas Politik.” ujar Managing Director Nielsen Indonesia, Agus Nurudin melalui keterangannya ditulis Rabu (23/2).

“Pilkada DKI belum selesai, dan kita bersama-sama harus menjaga kondisi bermasyarakat dengan menyampaikan dan melakukan hal-hal positif dalam menjaga kebangsaan dan meningkatkan rasa aman dan keyakinan masyarakat.”

Di tingkat global, keyakinan konsumen Amerika Serikat meningkat tinggi, yaitu sebesar 17 poin dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dengan indeks menjadi 123.  Hal ini tampaknya didorong oleh terus bertumbuhnya ekonomi dan lapangan pekerjaan di AS; serta selesainya putaran pemilihan presiden di periode tersebut.

Di wilayah Eropa, selama tahun 2016 Indeks Keyakinan Konsumen meningkat di 26 dari 34 negara. Sebanyak 10 dari 14 negara di wilayah Asia Pasifik juga menutup tahun 2016 dengan Indeks Keyakinan Konsumen yang lebih tinggi dibandingkan dengan pada saat awal tahun Di Asia Pasifik, India, Filipina dan Indonesia masih berada di peringkat teratas negara paling optimistis. Brazilia menjadi negara utama yang mendorong meningkatnya optimisme konsumen di wilayah Amerika Latin dengan peningkatan 11 poin selama tahun 2016.

Wilayah Afrika dan Timur Tengah justru mengalami penurunan Indeks Keyakinan Konsumen sebesar 5 poin sepanjang tahun 2016. Ini didorong oleh Mesir dan Arab Saudi yang penurunan angka indeksnya mencapai dua digit .

Nielsen Global Survey of Consumer Confidence and Spending Intentions dilaksanakan pada 31 Oktober 2016 sampai 18 November 2016 dan mensurvei lebih dari 30.000 konsumen online di 63 negara. Meskipun metode survei online dapat menjangkau skala yang besar secara global, survei ini hanya memberikan perspektif dari kebiasaan pengguna internet, bukan populasi total.