AGolf- Pernahkah terpikir untuk menjadi seorang relawan sepanjang hidup Anda? Jika belum, cobalah satu kali waktu mencoba kegiatan mulia ini.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang relawan, seperti menambah kemampuan baru, teman baru, lingkungan baru dan baru baru lainnya. Seperti salah satu relawan yang memiliki dedikasi penuh berikut ini.

Ialah Omprakash Mundra, veteran asal India yang telah berkeliling dunia untuk menjadi relawan di banyak even olahraga besar dunia. Ia memulai kiprahnya di Olimpiade Athena 2004 hingga pesta olahraga sepakbola terbesar sejagad, Piala Dunia 2014 di Brasil.

Di Rio 2016 kali ini, ia memilih terjun di Paralympic Games yang berakhir hari ini (18/9). Menurutnya, ini menjadi kali pertamanya terjun di Olimpiade khusus difabel.

“Saya bertekad mulai detik ini saya akan menjadi relawan untuk Paralympic Games,” tegasnya. “Pengalaman di sini menggetarkan hatiku, sampai mengubah apa yang selama ini saya pikirkan tentang mereka. Saya sampai berpikir, ‘wow, bagaimana mungkin mereka melakukan semua rekor dan permainan hebat di sini?’”

Om, sapaan akrabnya, mengungkapkan kontribusi para relawan di Paralympic Games melebihi Olimpiade. “Saya baru merasakan apa itu relawan di sini,” kata dia.

Di Rio, Om bertindak sebagai relawan senior di Olympic Tennis Center, untuk mengoordikasikan para fotografer.

“Olympic Park di Rio ini sangat indah. Orang Brasil menaruh passion dan dedikasi mereka untuk tahun ini,” ucap Om, yang sudah tidak menghitung lagi berapa kali ia menjadi relawan di even olahraga besar.

Sebelum memutuskan menjadi relawan, selama masa mudanya, ia sempat hadir langsung di banyak lapangan untuk menyaksikan pertandingan olahraga di seluruh dunia.

“Tetapi, baru di Sydney 2000 dan melihat kerja para relawan di sana membuatku tertarik menjadi salah satu relawan di even olahraga.

“Menurutku, menjadi seorang relawan memberikan pandangan baru dan tentunya belajar berbagai budaya dari seluruh dunia. Banyak yang bisa didapat dari kegiatan relawan. Relawan memberikan sesuatu yang tidak bisa dibayangkan akalku. Dia mengajarkan bekerja sama, saling menghormati, menghargai dan semua itu terangkum di KITA bukan lagi AKU,” ungkap Om.

Dedikasinya sebagai relawan, mengantarkan dirinya bisa hadir di Olimpiade Athena 2004, Beijing 2008 dan Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010, Sochi 2014 dan kompetisi dunia kriket dan sepakbola di seluruh dunia.

Kembali ke India, ia bak selebritis dengan berbagai pertanyaan seperti tips mencari penginapan murah, transportasi aman dan murah di negara tuan rumah.

Selama di Rio, Om mengaku tidak ada kendala berarti dengan penduduk setempat. “Saya suka dengan orang Brasil. Bahasa bukan masalah berarti buatku. Di saat dua bahasa bertemu, kan masih ada bahasa tubuh yang bisa digunakan untuk berkomunikasi, bukan?” tegasnya.

“Saya sudah menjadi relawan di banyak even olahraga, tetapi tidak ada yang membuat air mataku jatuh seperti di Brasil,” tandas dia.