AGolf– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke PT Industri Kereta Api (PT INKA) di Madiun, Jawa Timur, Kamis (18/1). Kunjungan kerja ini beragendakan tinjauan kesiapan PT.INKA dalam penyediaan kereta Light Rail Transit (LRT) dan menyaksikan penandatanganan kerja sama mewujudkan sinergi BUMN mendukung industri kereta api nasional.

Luhut mengaku bangga terhadap PT. INKA yang mampu berkembang sebagai karya anak bangsa. Luhut menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan mampu membuat produk yang berkualitas.

“Kita tunjukkan bangsa ini bangsa yang besar. Kita pastikan barang ini bagus, buatan anak bangsa, kita bangga!” ujar Luhut dikutip Jumat (19/1).

Luhut juga berbagi pengalaman saat mengunjungi PT.PAL. Ia mengatakan, produk kapal perang buatan PT PAL sudah mampu menjangkau pasar luar negeri. “PT. PAL membuat kapal perang yang dipesan Filipina. Barang kita sudah diakui, kalau orang lain sudah pakai, kita tidak pakai itu bego namanya,” kata Luhut.

Luhut menegaskan kembali keseriusan pemerintah saat ini yang sudah bertekad untuk menggunakan produksi dalam negeri. “Kita bertekad kalau kita bisa buat, kita tidak import. Kita buat barang bagus. Kita dukung produksi barang dalam negeri,” tegas Luhut.

Sementara itu, Direktur Utama PT. INKA Budi Noviantoro menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjalankan amanat pemerintah. “Kita jalankan sesuai amanah,” kata Budi.

Budi Noviantoro yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Logistik PT. KAI menambahkan, PT. INKA akan memperluas wilayah produksinya agar semakin mudah dijangkau.

“INKA Madiun ini luasnya 22 ha, nanti di Banyuwangi ada 80 ha,” ujar Budi.

Menurut Budi, alasan memilih Banyuwangi sebagai lokasi pabrik baru INKA lantaran letaknya yang dekat dengan pelabuhan. Dengan demikian, biaya pengiriman kereta yang diproduksi Inka akan lebih murah.

“Nanti ke depannya harus di sana. Karena di sana ada fasilitas pelabuhannya, dekat pelabuhan, kalau di sini (Madiun) mahal. Kirim ke Bangladesh harus pakai trailer, itu mahal,” kata Budi.

Rencananya pembangunan pabrik di Banyuwangi akan dimulai pada semester II 2018. Jika tidak kendala, pabrik tersebut ditargetkan mulai beroperasi di 2019.‎

Budi menegaskan, prospek industri kereta api sangat besar. Beberapa negara sudah melihat kereta api produksi INKA dan berminat untuk menggunakannya.

“Prospek kereta api ini luar biasa. Minggu depan kita tandatangan kontrak dengan Philiphina, Kita juga akan ikut tender di Thailand. Tapi khusus LRT, ini prestisius. Kami yakin, kereta INKA paling baik dibanding yang lain. Pemerintah RI tidak perlu beli dari negara lain,” tutur Budi.