AGolf.co– Roger Federer kembali meraih predikat petenis terbaik dunia setelah memanfaatkan kekalahan Nadal di kejuaraan lapangan tanah liat pada Madrid Open akhir pekan lalu.

Rafael Nadal memiliki rentetan permainan memukau di lapangan tanah liat, bahkan sebelum kalah dari Dominic Thiem di perempatfinal Madrid Open. Nadal memiliki catatan 21 kali kemenangan berturut di lapangan tanah liat. Kejuaraan Madrid Open merupakan kejuaraan penentu bagi Nadal, ia harus memenangkan kejuaraan tersebut untuk mempertahankan gelar petenis nomor satu dunia dari pesaing terdekatnya Roger Federer.

Federer, petenis 37 tahun ini tidak pernah menyukai permainan tenis yang berlangsung di tanah liat, sepanjang karier tenisnya Federer tercatat hanya memenangkan 11 dari 97 permainan yang berlangsung di lapangan tanah liat termasuk kemenangan Perancis open tahun 2009.

Awal tahun ini, ia mengumumkan untuk melewatkan musim tanah liat di tahun keduanya berturut-turut, menyusul kekalahan mengejutkan dari petenis Australia Thanasi Kokkinakis di Miami open pada Maret lalu. Tentu saja keputusan ini membuat kesal rival terberatnya Rafael Nadal, yang muncul untuk memberikan beberapa kritik terhadap perlakuan Federer.

Sementara Nadal dikalahkan oleh Dominic Thiem di Madrid open, Federer berada di Dubai untuk ikut meresmikan pembukaan toko Rolex terbesar di dunia. Setelah Nadal gagal menjadi juara di Madrid Open dengan otomatis ranking petenis nomor 1 dunia beralih ke tangan Federer.

“Saya rasa saya pemain lapangan tanah liat yang bagus tetapi ada banyak pemain yang lebih baik dari saya,” ungkap Federer.

Sepanjang musim ini, ia baru memenangkan dua kali kejuaraan, yaitu Australian Open dan ABN Amro World Tennis. Selain itu pada beberapa pertandingan lain Federer cenderung gagal menjadi juara dan lebih sering absen pada kejuaraan lapangan tanah liat serta memilih kunjungan ke beberapa negara di Afrika bersama yayasan miliknya.

Sedangkan di sisi lain, Nadal yang berjuang mati-matian untuk menjaga gelar petenis nomor satu dunia, malah harus kehilangan itu ketika gagal menjuarai Madrid Open. Roger Federer yang mencuri gelar tersebut berhasil menjadi petenis tertua yang meraih predikat nomor 1 dunia.