Olimpiade Barcelona/ Olympic.org

AGolf- Komite Olimpiade Internasional mendatangi Barcelona, tempat pelaksanaan Olimpiade 25 tahun silam. Presiden Olimpiade ketika itu, Carles Puigdemont menuturkan dampak menjadi tuan rumah sangat terasa bagi keberadaan Barcelona di peta dunia.

“Olimpiade meningkatkan brand kami ke seluruh dunia, dan membuka Barcelona sebagai kota penting di dunia,” kata Carles.

Beberapa hari lalu, Sekretaris Jenderal Olahraga provinsi Catalan, Gerad Figueras juga berpartisipasi pada upacara pertemuan Komisi Solidaritas Olimpiade, yang diketuai anggota IOC, Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah.

“Olimpiade Barcelona 1992 merupakan salah satu contoh terbaik, dalam hal keberlanjutan pelaksanaan Olimpiade,” kata Figueras. “Infrastruktur masih berfungsi hingga saat ini, dan memberi dampak sangat besar sebagai pusat olahraga di Catalan.”

Menurutnya, ada 50 persen penduduk Catalan yang hidup melalui olahraga. “Kami memiliki 18 ribu klub olahraga dan 72 federasi olahraga di Catalan. Sebanyak 450 ribu anak usia sekolah berlatih olahraga di sela sela akademik mereka, dan industri olahraga telah memberikan 2 persen GDP di Catalan,” jelas Figueras.

Perayaan seperempat abad Olimpiade Barcelona 1992 beberapa waktu lalu, kembali mempertegas peran olahraga di sekolah. Even olahraga pun digelar, serta konferensi IOC berjudul “City and Olympism” hadir dengan bahasan peran wanita, pengaruh Olimpiade di media, kerelawanan Olimpiade dan Paralympic Games. Tak lupa, bahasan peran penting sebuah tuan rumah Olimpiade menjadi sajian hangat topik di konferensi tersebut.

“Barcelona telah membuka diri kepada dunia, inilah jejak yang Barcelona tinggalkan dalam sejarah Olimpiade dunia,” kata Walikota Barcelona, Ada Colau.