Rickie Fowler/ PGA TOUR

AGolf– Rickie Fowler berhasil mengamankan posisi pertama di leaderboard setelah berhasil mencetak skor terendah di Erin Hills, Kamis (15/6). Ia berhasil mencetak skor 7-under 65 di lapangan kejuaraan mayor terpanjang dalam sejarah. Itu merupakan rekor skor terendah di putaran pembuka untuk ajang mayor ini.

Ia unggul tipis, satu stroke dari Paul Casey dan Xander Schauffele. Meski dijuluki sebagai lapangan paling brutal, nyatanya pada putaran pembuka kemarin banyak pegolf yang berhasil mencetak skor rendah. Tercatat 44 pegolf mencetak skor sub par pada putaran pertama US Open, terbanyak sepanjang sejarah. Rekor tersebut melampaui rekor turnamen di Medinah tahun 1999 yang diraih 39 pegolf.

Meski begitu, beberapa pegolf terbaik dunia juga harus merasakan kejamnya Erin Hills. Jason Day misalnya, terhadang triple bogey dan membawa pulang 79, skor terburuknya di US Open.

Rory McIlroy yang sempat berkomentar jika pegolf tidak bisa memukul sepanjang fairway yang begitu luas sebaiknya segera mengepak barangnya dan pulang, nampaknya terkena batunya. McIlroy harus menghabiskan sepanjang harinya di padang fescue setinggi lutut dengan menghasilkan skor 78, juga merupakan skor terburuknya sepanjang penampilannya di US Open.

Sedikit lebih beruntung, pegolf nomor satu dunia yang sedang mempertahankan gelarnya minggu ini, Dustin Johnson sempat membuat satu birdie dan membawa pulang 75.

Fowler yang pada The Masters April lalu sempat memimpin 36 hole, tak pernah sekalipun mendekati bogey pada putaran pertamanya. Ia menjaga bolanya tetap di rumput yang tipis, itu merupakan rahasia untuk mengatasi Erin Hills. “Tidak banyak ronde US Open yang bebas stress seperti ini,”ungkap Fowler.

Berkat taktiknya itu, Fowler berhasil mencetak 7 birdie dari jarak yang tidak lebih dari 12 kaki. Termasuk tiga birdie berurutan di back nine. Skor 7-under parnya itu merupakan rekor terendah di US Open sejak Jack Nicklaus dan Tom Weiskopf mencetak 7-under 63 di Baltusrol 1980.

Dari 10 pemain top dunia hanya juara Masters Sergio Garcia (70) dan Fowler yang memecahkan par. Sementara untuk Jordan Spieth yang mengantongi 73 dan Dustin Johnson masalahnya adalah mereka tidak membuat putt yang cukup. Bagi sebagian besar pemain lainnya adalah mereka ceroboh saat melakukan pukulan tee dan harus menghadapi ujian dari jebakan-jebakan di Erin Hills.

Jordan Spieth dan Dustin Johnson/ PGA TOUR

Paul Casey yang terpaut satu stroke memulai putarannya dengan sebuah eagle-birdie dan menutupnya dengan dua birdie untuk mencetak 66.

Birdie memang melimpah pada putaran pembuka kemarin. Brooks Koepka, Tommy Fleetwood dan Brian Harman mencetak 67, sedangkan Patrick Reed dan Adam Hadwin di grup 68. Hadwin juga membuat rekor dengan mencetak enam birdie berurutan dari hole ke18 hingga hole kelima.

“Anda akan jarang melihat hal seperti itu di US Open,”kata Hadwin.

Putaran pembuka US Open kali ini merupakan yang pertama kalinya tanpa kehadiran Phil Mickelson sejak 1993. Phil seperti diketahui memilih untuk menghadiri upacara kelulusan putrinya. Ia sempat berharap akan ada penundaan turnamen karena cuaca, sehingga ia bisa segera menyusul ke Erin Hills. Tapi ternyata matahari bersinar cerah di Erin Hills dan tidak ada tanda-tanda akan hujan, Mickelson kemudian mengundurkan diri.

Berikut pegolf dengan skor terendah di leaderboard putaran pertama US Open:

65- Rickie Fowler

66- Paul Casey, Xander Schauffele

67- Brian Harman, Tommy Fleetwood, Brooks Koepka

68- Patrick Reed, Kevin Na, Marc Leishman, Adam Hadwin

69- Jamie Lovemark, JB Holmes, Lee Westwood, Andrew Johnston, Si Woo Kim, Scottie Scheffler, Bernd Wiesberger