AGolf.co – Pemerintah China mengumumkan kalau kualitas udara untuk Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, telah membaik sejak 2017. Dilansir insidethegames.biz, Zhangjiakou yang menjadi venue utama Beijing 2022, berada di ranking teratas kualitas udara untuk provinsi Hebei.

Kota yang terletak 200km timur laut dari ibukota Beijing itu, menjadi pusat cabang olahraga snowboarding, freestyle skiing, cross-country skiing, ski jumping, Nordic combine, dan biathlon. Sebagai kota penting untuk helatan Olimpiade dan Paralimpiade, Zhangjiakou memiliki 4,11 poin dalam indeks kualitas udara. Hal ini disampaikan Biro Lingkungan dan Ekologi Hebei untuk tahun 2018. Indeks Zhangjiakou dinyatakan turun 0,07 dari tahun 2017.

Selain itu, partikulat matter yang menjadi salah satu bentuk penelitian, berada di kisaran 29 mickrogram per meter kubik. Ini dua mikro gram lebih rendah dari 2017.

Atas hasil ini, Zhangjiakou kembali dinyatakan sebagai kota dengan kualitas udara terbaik dalam 5 tahun beruntun.

Beijing 2022 Kualitas Udara
Lokasi snowboarding untuk Beijing 2022

Untuk mempertahankan status ini hingga Beijing 2022 nanti, Zhangjiakou melakukan penanaman pohon seluas 400 ribu hektar. Ada pula penutupan 105 tambang di lokasi ini, dan meluncurkan 4.518 bus dengan tenaga ramah lingkungan. Hal ini diharapkan dapat mendukung Beijing sebagai lokasi ajang yang terbebas dari tenaga fosil.

Beijing 2022 memang menargetkan ajangnya sebagai Olimpiade pertama di dunia yang ramah lingkungan. Penandatangan dengan State Grid Corporation of China tahun lalu, merupakan bentuk perbaikan untuk menghapus imej buruk saat Beijing 2008 silam.

Menyelenggarakan Olimpiade untuk pertama kalinya, Beijing banyak dikritik salah satunya karena kualitas udara dan polusi yang cukup buruk. Dikutip Wikipedia dari SEPA.gov.cn, kementerian yang mengurusi lingkungan, polusi udara Beijing 2008 sempat melebihi indeks 100 yang disyaratkan Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan pemerintah China.

Beijing 2022 Kualitas Udara
Kualitas udara di Beijing 2008. Terlihat empat hari bertanda merah yang cukup mengkhawatirkan. Untunglah, hal tersebut dapat ditekan selama Beijing 2008 berlangsung.

Untunglah, sepanjang helatan Beijing 2008 hal itu dapat ditekan. Namun, dari sisi Partikulat Matter, satu minggu Beijing 2008 perhitungannya sempat melebihi 150 mikro gram per meter kubik.